Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat dan komitmen dalam pembangunan berkelanjutan, Pada tahap penyaluran tahun 2026 ini PT Pungkok melalui program Corporate Social Responsibility / CSR menyalurkan bantuan bedah Rumah Tidak Layak Huni / RTLH di Kabupaten Grobogan. Salah satu titik penerima manfaat berada di Desa Tanjungrejo, Kecamatan Wirosari. Program ini menjadi bukti nyata bahwa perusahaan tidak hanya berfokus pada bisnis, tetapi juga hadir untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di sekitar wilayah operasional.

Kepala Desa Tanjungrejo juga mengapresiasi. "Atas nama warga Tanjungrejo kami ucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada PT Pungkok. Bantuan ini sangat meringankan warga kami. Semoga menjadi amal jariyah." Sementara itu, Camat Wirosari  berharap program CSR seperti ini bisa menjadi inspirasi bagi perusahaan lain di Grobogan untuk ikut serta membangun Desa.

Penyaluran Bantuan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT), untuk 104 Penerima Manfaat dengan besaran bantuan Rp. 600.000 per Penerima Manfaa, Data 104 penerima manfaat ini sudah melalui proses validasi dan verifikasi lapangan. Tujuan utama DBHCHT salah satunya adalah untuk Program Kesejahteraan Masyarakat. Di Kabupaten/Desa, dana ini digunakan untuk membantu masyarakat buruh tani tembakau, buruh pabrik rokok, dan kelompok rentan lainnya yang terdampak langsung maupun tidak langsung dari industri tembakau. Dalam rangka mewujudkan tujuan tersebut, Pemerintah Desa/Kabupaten melaksanakan Kegiatan Penyaluran Bantuan Langsung DBHCHT kepada masyarakat yang memenuhi kriteria.

Camat Wirosari Drs. Kurnia Saniadi, M.Si. membuka dan meresmikan bursa inovasi desa, kegiatan ini merupakan upaya pemerintah melalui Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.

Untuk meningkatkan kualitas desa dalam sambutannya "melalui bursa inovasi ini harapan kami masyarakat desa mampu meningkatkan produktifitas untuk pengembangan sumber daya manusia jadi dana desa bukan hanya untuk infrastruktur saja namun juga dapat diperuntukan ke bidang peningkatan sdm yang salah satunya melalui bursa inovasi desa ini". Harapan Camat Wirosari, "Kades mampu dan serius dalam menggunakan dana desa untuk memajukan desa. Kepala Desa itu arsitek ekonomi desa, ayo sudah waktunya desamu berinovasi".

Dari hampir 76.000 desa di Indonesia, terdapat sekitar 45.000 desa yang aktif Badan Usaha Milik Desanya, untuk merebut peluang pasar saat ini perlu terobosan-terobosan yang inovatif sehingga konsumen dan wisatawan domestik maupun mancanegara tertarik untuk datang kedesa.

Bursa Inovasi Desa merupaka program wajib dari Kementrian Desa bagi semua desa di seluruh Indonesia, untuk memberikan gambaran mengenaik program ini kecamatan membentuk tim supaya dapat digunakan sebagai rujukan atau paling tidak dicontoh oleh masyarakat desa sebagai gambaran bagaimana mengelola dan mengembangkan inovasi dari desa masing-masing.